Menempuh Jalan Sunyi

Jika Anda ingin beruzlah atau menempuh jalan sunyi, tidak perlu mencari gua atau hutan belantara. Datang saja ke desa saya. Hampir seminggu ini, saya merasa seperti pertapa. Menjalani hidup tanpa berinteraksi dengan manusia. Desa saya benar-benar sepi. Tidak lagi seperti dahulu, saya tidak mendapati anak-anak kecil bermain bentik atau layang-layang atau nekeran atau kejar-kejaran. Bahkan […]

Read More Menempuh Jalan Sunyi

Pulang

Walau terbayang, tetapi tidak pernah terpikir sebelumnya untuk tidak sampai menuntaskan episode ini. Namun ini sudah keputusan. Keputusan yang bagiku paling manusia. Bahkan keputusan yang paling manusiawi yang pernah kuputuskan. Boleh jadi orang akan memberi stempel gagal di jidatku, atau mengolokku dari belakang seperti meneriaki orang gila sebagai orang putus asa. Kata “aku tidak ingin […]

Read More Pulang

Kembali Bersosial Media

Seseorang yang sangat saya kagumi berkata, “Orang dulu tidak Facebookan juga biasa saja. Tidak Instagraman, tidak Twitteran, tidak Youtuban, tidak WhatsAppan, tidak menjadi masalah. Lalu, mengapa kalian mau terkungkung dengan semua itu. Dulu, saya mau kirim pesan, harus lewat surat, tiga bulan baru sampai. Tiga bulan berikutnya baru mendapat balasan. Biasa saja. Maka, gunakanlah waktumu […]

Read More Kembali Bersosial Media

Pesan Satu Kata

Genah. Itu adalah pesan dari Bu Nyai Lutjeng Luthfiyah pada saya dan mungkin pada yang lainnya juga. Benar-benar hanya satu kata. “Genah”. Tidak dijelaskan dengan detail, dan bahkan beliau sendiri kesusahan menafsirkan satu kata pesannya itu. Saya sedikit memahami arti kata itu saat saya sowan ke sana setelah saya berhasil mengkhatamkan hafalan Alquran 30 juz. […]

Read More Pesan Satu Kata

Tidak Mampu Menerima Kenyataan

Saya punya teman yang sangat mengidolakan Ariel Noah (kalau saya, sih, lebih mengidolakan Ariel Tatum). Dia hafal semua lagunya, sejak masih di Paterpan. Dia adalah orang yang paling kesal dengan penyebar bokep Ariel dengan Luna Maya maupun dengan Cut Tari. Teman saya ini, juga selalu mengikuti gaya rambut Ariel, gaya pakaiannya, ngomongnya, senyumnya, hingga gaya […]

Read More Tidak Mampu Menerima Kenyataan

Pengulangan Materi

Dulu orang bilang, “Tulisanmu akan diingat, omonganmu akan dilupakan.” Itu sudah tidak lagi berlaku. Semenjak ada perkasetan ceramah atau motivasi atau apa pun yang berbentuk omongan, setiap pembicara dituntut untuk memberi materi yang berbeda. Beruntung bagi yang tidak ada yang merekam, sehingga ia masih bisa membawakan materi yang sama di tempat yang berbeda. Keberuntungan itu […]

Read More Pengulangan Materi

Perginya Sang Kiai Padang Pasir

Syekh Azim adalah syekh pertama yang saya kenal dan mengenal saya. Beliau merupakan gumpalan dari Syekh Badruddin, tokoh rekaan yang ada di “Labirin Tanpa Jalan Keluar.” Saya masih ingat sekali dengan candanya saat kali pertama kami berjumpa. Siapa namamu, tanyanya. Nukid, jawab saya. Kemudian beliau bilang, Ganti namamu, itu salah satu dari nama Firaun.  Syekh […]

Read More Perginya Sang Kiai Padang Pasir

Meninggalkan Media Sosial

Sejak saya memiliki ponsel yang bisa dipakai bermedia sosial, saya seperti terjebak di dalamnya. Ia bagaikan jeruji-jeruji penjara yang tipis namun kuat. Sehingga saya seperti berada di luar, menyaksikan tetek-tetek yang bengek, padahal saya meringkuk di dalamnya.  Saya terkadang melihat orang-orang memuji saya, baik atas tulisan maupun foto. Terkadang saya melihat orang-orang berjualan. Yang paling […]

Read More Meninggalkan Media Sosial

Jualan Orang Lain

Sekarang banyak banget orang populer. Dan berfoto bersama mereka, sungguh masih menarik. Dulu, saya termasuk orang yang seperti itu. Kalau ada orang terkenal, pertama yang saya incar adalah: foto bareng.  Ketika saya memiliki buku, saya masih punya hasrat seperti itu. Tapi saya tidak pernah lagi ketemu orang terkenal kecuali Sujiwo Tedjo. Saya foto bersamanya dengan […]

Read More Jualan Orang Lain

Lelucon dan Penistaan Agama

Saya sedang menyusun sebuah buku yang entah nantinya akan saya kirim ke penerbit atau tidak, dan entah akan saya cetak atau sebagai konsumsi pribadi saja, dan entah akan saya lanjutkan sampai rampung atau saya biar terkatung-katung. Tentang humor beragama. Humor ayat-ayat Alquran.  Guyon menggunakan agama itu boleh. Selama tidak masuk dalam “Apakah terhadap Allah dan […]

Read More Lelucon dan Penistaan Agama