Puncak Hukum dan Bahasa

Seorang sahabat bertanya, “Apa hukum berpuasa di hari Senin?” Rasulullah menjawab, “Hari itu adalah hari aku dilahirkan dan hari aku mendapat wahyu atau aku diutus.” Renung-renungkanlah “tanya-jawab” di atas, maka engkau akan menemukan betapa Rasulullah adalah manusia yang bukan seperti manusia. Tetapi dia bagaikan permata di antara bebatuan kali.  “APA hukum (bukan MENGAPA engkau) berpuasa […]

Read More Puncak Hukum dan Bahasa

Selamat Bermalas-Malasan

Ini bukan salah musim dingin. Dan, mungkin ini tidak terlalu salah. Saat-saat ini aku malas sekali. Bahkan untuk malas pun aku malas. Untuk memalasi kemalasan juga aku malas. Wa Kadzālika Ilā Ghayr al-Nihāyah. Kuliah enggak, talaki enggak, baca buku enggak, nulis juga enggak. Selimutan melulu, sambil main hape. Lapar, makan. Kencing dan berak, nunggu sampai benar-benar […]

Read More Selamat Bermalas-Malasan

Kekerasan Dalam Alquran

Jangan menduga bahwa kaum-kaum ekstremis adalah orang-orang yang tidak bisa baca Alquran. Jika Anda melihat video Syekh Abu Jandal Al-Yemeni Al-Indunisi (yang kemudian diparodikan oleh Kang Permadi Arya menjadi Ustaz Abu Janda Al-Boliwudi) Anda akan mendapati betapa fasihnya ia dalam membaca Alquran (meskipun lebih fasih saya, sih). Dan jangan duga ia seperti teroris-teroris ndeso yang […]

Read More Kekerasan Dalam Alquran

Alhamdulillah

Alhamdulillah. Tanggal 11 Desember nanti, buku baruku dengan judul “Romantisisme Kalam Tuhan” akan terbit. Buku ini adalah buku yang kutulis paling normal dan terbit paling normal dibanding buku-buku sebelumnya. Normal karena aku menulisnya tidak dalam buru-buru, juga tidak memodot-modot. Demikian juga dengan jawaban dari penerbit dan jadwal terbitnya. Buku ini juga merupakan buku paling serius […]

Read More Alhamdulillah

Kenangan Asu di Musim Dingin

Su! Assu! Ini perih sekali. Bukan karena dinginnya hawa yang menyembelih tulang, tetapi dinginnya rindu yang mengiris jantung.  Ini gila. Saat aku menyentuh telapakku sendiri, lalu kurasai dingin, aku ingat kamu. Lantaran dulu, saat musim dingin berada pada puncaknya, kau menjabat tanganku, kau berkata, “Tanganmu dingin sekali.”  Aku diam tak menjawab, menanggapi hanya dalam hati, […]

Read More Kenangan Asu di Musim Dingin

Candu

Hingga saat ini, belum ada candu yang mencanduiku, lebih candu daripada candu rinduku padamu. Aku pernah mencandui media sosial sebagaimana “dulu” aku mencandui rokok. Setiap hari aku tak mampu lepas darinya. Setelah memosting status, aku akan menunggu siapa saja yang menyukai, mengomentari, hingga membagikan. Ini adalah penyakit. Pencipta “like” memang pernah menyesalkan kasus ini karena […]

Read More Candu

Dalil Diperbolehkannya Membully Ustaz

Gara-gara sibuk promosi buku, saya jadi ketinggalan untuk ikut membully Setnov dan Syomat.  Namun, membully Setnov sesungguhnya hanyalah kesia-siaan, tidak ada yang didapat kecuali sebatas lelucon dan pengencang perut. Mungkin, yang dibully malah ikut tertawa melihat meme-meme seputar tiang listrik dan bakpao yang tersebar di internet. Kurang greget pula, sebab nggak ada perlawanan, karena hampir […]

Read More Dalil Diperbolehkannya Membully Ustaz

Ansor dan Rasisme Kaum Quraisy

Tidak benar jika ada yang berkata bahwa Ansor atau kebanyakan wong NU membenci Arab. Ansor dan NU sering ndlodok dan jahil sama orang Arab, termasuk kepada keturunan Nabi, hanya karena mereka rasis berlebihan. Karena mentang-mentang ngarap. Bukan lantaran benci.  Terkadang, orang-orang Arab memang keterlaluan. Tidak jarang mereka menggunakan ayat-ayat Alquran untuk mendukung kerasisannya. Hal ini […]

Read More Ansor dan Rasisme Kaum Quraisy

Keikhalasan Penuh Pamrih

Penginku enggak peduli apakah orang akan membeli bukuku atau tidak. Apakah orang akan membaca bukuku atau tidak. Seperti yang beberapa kali kukatakan saat mengisi workshop maupun kelas menulis, “Menulislah karena Allah. Jangan menulis untuk penerbit. Jangan menulis untuk orang lain. Bahkan, jangan menulis untuk dirimu sendiri. Sehingga, apabila tulisanmu ditolak penerbit, atau diterbitkan tetapi tidak […]

Read More Keikhalasan Penuh Pamrih