Sepancawara Maneh

Saya setuju, bahwa Tuhan tidak mungkin menjadikan waktu tanpa tujuan apa-apa. Setiap waktu memiliki arti, tentu saja. Bahkan ketika orang-orang bertanya tentang bulan sabit, Tuhan memerintahkan Nabi agar menjawab bukan dengan mendefinisikan soal hilal. Tetapi dengan, “Itu adalah (penunjuk) waktu bagi manusia dan (ibadah) haji.” Dalam Islam, ada puasa tahunan seperti Ramadan. Ada puasa bulanan […]

Read More Sepancawara Maneh

Enam Hari Menjelang

Enam hari adalah tahapan yang dikehendaki Tuhan dalam mencipta langit dan bumi. Enam hari, mungkin ada yang merasainya sebagai masa yang lama. Tetapi bagi yang sesaat lagi keperjakaannya hendak sirna, enam hari terlalu singkat. Saya bahkan belum menelaah dalam-dalam fikih munakahat, belum mengkhatamkan buku-buku panduan keluarga sakinah, belum menilik tutorial ngentot dalam aksara kuning maupun […]

Read More Enam Hari Menjelang

Seminggu Sebelum Rabi

Perjaka lebih banyak menghabiskan sabun di kamar mandi. Sementara yang telah berpasangan, lebih banyak sampo yang ia konsumsi. Itu merupakan perbedaan paling mencolok antara perjaka dan orang yang telah berpasangan, katanya. Dan itu, jelas ngawur. Masa iya, perjaka tidak keramas setelah sabunan? Teman saya, banyak yang mengganti sabun dengan yang lain, bahkan tidak sedikit yang […]

Read More Seminggu Sebelum Rabi

Mengais Tembolok #2

“Tidak mungkin. Bapak orang sakti. Tidak akan bisa mati.” “Semua orang pasti mati. Izrail lebih sakti dari siapa pun.” “Apakah dia dibunuh oleh Izrail?” Pak RT tidak menjawab. Ia pergi begitu saja. “Pak RT!” tahan Kasmudi. Pak RT berhenti, tetapi tidak menoleh. “Kalau bertemu dengan Izrail, siapa pun Izrail itu, sampaikan salam saya padanya. Saya […]

Read More Mengais Tembolok #2

Perempuanku Sayang, Perempuanku Malang

Dahulu, nasab disandarkan pada perempuan. Dan karenanya pula, satu perempuan boleh menikahi beberapa laki-laki. Cukup lama kemudian, laki-laki menggalang emansipasi. Lantaran fitrahnya sebagai pemakai logika lebih banyak, bukan hanya kesejajaran yang ia dapat, tetapi juga kekuasaan. Dan kemudiannya, nasab menjadi disandarkan pada laki-laki. Karenanya pula, satu laki-laki boleh menikahi beberapa perempuan. Semakin lama nasib perempuan […]

Read More Perempuanku Sayang, Perempuanku Malang

Melawan Guru, Mengapa Tidak?

Saya percaya berkah guru itu ada. Acapkali saya menata terompah guru, meminum bekas minumnya, mencium bolak-balik telapak tangannya, hingga berjalan merunduk di hadapannya. Saya percaya berkah. Tetapi tidak pada tangan guru yang menampar, kaki yang menendang, dan mulut yang mencaci. Seandainya waktu dapat diputar ke belakang, lalu seorang guru menampar saya, saya akan balas menampar […]

Read More Melawan Guru, Mengapa Tidak?

Keep Your Cocot #6 Jujur yang Terlarang

Setiap sesuatu ada pengecualian. Sebagaimana ada dusta yang diperbolehkan, ada juga kejujuran yang dikecam. Kejujuran yang dilarang adalah menceritakan keburukan, keburukannya sendiri maupun keburukan orang lain. Walau keburukan itu memang benar-benar ada. Pertama, menceritakan keburukan dirinya sendiri. Seperti seseorang yang barusan mengentot lima janda sekaligus dan tak ada saksi seorang pun, jangan sekali-sekali menceritakan itu […]

Read More Keep Your Cocot #6 Jujur yang Terlarang

Mengais Tembolok #1

Hanya dua kali dalam setahun kampung Krawukan diributkan oleh malam, yaitu pada dua malam hari raya. Idulfitri dan idulkurban. Di dua malam itu, penabuh beduk akan menabuh beduknya sepanjang malam. Sementara yang lain bersorak-sorai memekikkan takbir memuji keagungan Tuhan. Ada juga yang berkeliling kampung membawa obor dan kentongan, turut memeriahkan rayanya hari raya. Tak terkecuali […]

Read More Mengais Tembolok #1

Keep Your Cocot #5 Bertauriah

Jika berbohong merupakan keburukan, mengapa Nabi Ibrahim berbohong sampai tiga kali? Tidak semua hal perlu dibeberkan dengan kejujuran. Dalam keadaan tertentu, seseorang harus menutupi apa yang mestinya ia tutupi, tanpa harus berdusta. Agama memberi jalan keluar untuk kasus semacam itu, yaitu dengan bertauriah. Tauriah adalah menggunakan kalimat bermakna ganda dengan memahamkan kepada lawan bicara maksud […]

Read More Keep Your Cocot #5 Bertauriah

Keep Your Cocot #4 Berdusta

Di zaman Nabi Muhammad, ada seseorang dari Yamamah yang mengaku dirinya sebagai nabi dan mendapat wahyu dari Tuhan. Dia adalah Musailamah bin Habib. Ia menyerukan umat agar meninggalkan salat, dan memperbolehkan seks bebas dan minuman alkohol. Ia mempelajari sihir dan menamakannya sebagai mukjizat. Ia bahkan membuat kitab suci tandingan, dan tentu saja, Alquran tidak akan […]

Read More Keep Your Cocot #4 Berdusta