Perginya Sang Kiai Padang Pasir

Syekh Azim adalah syekh pertama yang saya kenal dan mengenal saya. Beliau merupakan gumpalan dari Syekh Badruddin, tokoh rekaan yang ada di “Labirin Tanpa Jalan Keluar.” Saya masih ingat sekali dengan candanya saat kali pertama kami berjumpa. Siapa namamu, tanyanya. Nukid, jawab saya. Kemudian beliau bilang, Ganti namamu, itu salah satu dari nama Firaun.  Syekh […]

Read More Perginya Sang Kiai Padang Pasir

Meninggalkan Media Sosial

Sejak saya memiliki ponsel yang bisa dipakai bermedia sosial, saya seperti terjebak di dalamnya. Ia bagaikan jeruji-jeruji penjara yang tipis namun kuat. Sehingga saya seperti berada di luar, menyaksikan tetek-tetek yang bengek, padahal saya meringkuk di dalamnya.  Saya terkadang melihat orang-orang memuji saya, baik atas tulisan maupun foto. Terkadang saya melihat orang-orang berjualan. Yang paling […]

Read More Meninggalkan Media Sosial

Jualan Orang Lain

Sekarang banyak banget orang populer. Dan berfoto bersama mereka, sungguh masih menarik. Dulu, saya termasuk orang yang seperti itu. Kalau ada orang terkenal, pertama yang saya incar adalah: foto bareng.  Ketika saya memiliki buku, saya masih punya hasrat seperti itu. Tapi saya tidak pernah lagi ketemu orang terkenal kecuali Sujiwo Tedjo. Saya foto bersamanya dengan […]

Read More Jualan Orang Lain

Lelucon dan Penistaan Agama

Saya sedang menyusun sebuah buku yang entah nantinya akan saya kirim ke penerbit atau tidak, dan entah akan saya cetak atau sebagai konsumsi pribadi saja, dan entah akan saya lanjutkan sampai rampung atau saya biar terkatung-katung. Tentang humor beragama. Humor ayat-ayat Alquran.  Guyon menggunakan agama itu boleh. Selama tidak masuk dalam “Apakah terhadap Allah dan […]

Read More Lelucon dan Penistaan Agama

Azab Sudah Tidak Ada

Entah sejak kapan, azab menjadi bergantung pada perspektif yang menafsirkan. Sama-sama tidak asyik, jika disebut cobaan ya jadinya cobaan. Jika dituduh azab ya jadinya azab.  Jakarta tenggelam oleh banjir kencing onta pun, hingga menenggalamkan seluruh penduduknya kecuali yang berada di atas perahu, jika pemimpinnya muslim, keturunan Arab pula, orang akan menganggap itu ujian dari Allah […]

Read More Azab Sudah Tidak Ada

Segitunya Belain Khilafah

Di buku saya “Seteguk Senja untuk Pendahaga Agama” dan “Romantisisme Kalam Tuhan”, telah saya bahas tentang Rahmatan lil Alamin. Rujuklah ke sana untuk selengkapnya. Kata “Rahmatan lil Alamin” ini, terdapat dalam Alquran, dengan dhamir mukhathab kepada Nabi, menggunakan kalimat bentuk qashr pula.  Saya sedih, kemudian seorang ustaz yang dianggap sebagai alim, saleh, suci, kemudian mengkampanyekan […]

Read More Segitunya Belain Khilafah

Akhir Tahun yang Kusut

Menjelang tahun baru, sedikit sekali wajah sumringah yang saya saksikan. Barangkali, karena ujian termin satu segera menghampiri.  Termasuk ketika saya bercermin. Cermin itu langsung kusut. Seperti kertas lungset, atau seperti keriput wanita tua beraroma tanah, atau lebih dari itu. Dalam cermin, wajah saya masih terlihat tampan, tetapi … ada secercah penyesalan. Seandainya, aku lulus sekolah […]

Read More Akhir Tahun yang Kusut

Rasa Sesal Menulis Buku

Seorang penulis, tentunya selalu berkeinginan untuk menulis, menghasilkan tulisan sebanyak-banyaknya, lalu dibaca oleh orang sebanyak-banyaknya. Saya juga pengin seperti itu. Tetapi …. Tidak dimungkiri bahwa banyak sekali penulis produktif yang tulisannya berkualitas. Tidak perlu jauh-jauh menyebut Imam Thobari atau Imam Suyuthi, beberapa yang masih hidup hingga kini pun, cukup banyak yang karya tulisnya bejibun dan […]

Read More Rasa Sesal Menulis Buku

Gelisah

Sama saja. Di mana pun engkau berada, pasti di sana ada kegelisahan. Aku tidak ingat kapan terakhir kali merasakan kenyamanan. Mungkin, saat jemari kita seling menyilang, dan kepalamu kausandarkan pada dadaku, sementara jemariku satunya lagi, menyelinap di balik bajumu, meraba sebuah …. Ah, itu pun kini menjadi kegelisahan. Semua yang ada di dunia ini memiliki […]

Read More Gelisah