Tentang Larangan Bercadar di UIN Yogya

“Dasar, Universitas Ingkar Nabi (UIN), bercadar kok dilarang!” Demikianlah mereka memlesetkan nama UIN, atau menjuluki, atau menganggap memang begitu, atau apa pun, pokoknya begitu. Mestinya, mereka (yang meyakini bahwa cadar adalah syariat Nabi) mendemo, atau sekalian mengebom puluhan UIN dan yang lebih parah dari UIN, yaitu IAIN (Ingkar Allah Ingkar Nabi) tetapi memperbolehkan pakai cadar. […]

Read More Tentang Larangan Bercadar di UIN Yogya

Penyinyir Sampah

Buku yang nyampah, enggak ada hubungannya dengan siapa penerbitnya. Bukan pula siapa penulisnya. Ada seorang penulis, sekelebat saya baca statusnya yang dishare oleh penulis juga, begitu angkuh, hingga saya enggan mengingat namanya. Dia katakan, bahwa menerbitkan buku melalui self publishing hanyalah nyampah, ngabisin pohon. Saya pengin komen, “Lambemu iku sampah.” Tapi saya urungkan. Tak ada […]

Read More Penyinyir Sampah

Pemupuk Permusuhan

“Pikir-pikir daripada kumelamar kerja, lebih baik kumelamar kamu.” Ini merupakan potongan lirik lagu, entah lagunya siapa. Bagi saya, itu inspiratif sekali. 25 Februari kemarin, saya melamar seorang gadis yang kami telah lama saling mencintai. Tidak ada hal menarik yang saya tampilkan di hadapan calon mertua selain saya mencantolkan rokok di sela bibir dan menyulut ujungnya. […]

Read More Pemupuk Permusuhan

Dada Besar

Jika Anda bertanya berapa ukuran dada saya, sesungguhnya tidak terlalu besar. Saya laki-laki, dan saya bukan binaragawan. Hanya timbunan lemak yang membuat dada saya terlihat besar. Jika memakai kaus, akan terlihat kekar, namun apabila telanjang dada, jangan bertanya ada berapa lipatan di sana. Walau tidak besar, namun dada saya luas. Seluas samudra barangkali. Saya adalah […]

Read More Dada Besar

Menempuh Jalan Sunyi

Jika Anda ingin beruzlah atau menempuh jalan sunyi, tidak perlu mencari gua atau hutan belantara. Datang saja ke desa saya. Hampir seminggu ini, saya merasa seperti pertapa. Menjalani hidup tanpa berinteraksi dengan manusia. Desa saya benar-benar sepi. Tidak lagi seperti dahulu, saya tidak mendapati anak-anak kecil bermain bentik atau layang-layang atau nekeran atau kejar-kejaran. Bahkan […]

Read More Menempuh Jalan Sunyi

Pulang

Walau terbayang, tetapi tidak pernah terpikir sebelumnya untuk tidak sampai menuntaskan episode ini. Namun ini sudah keputusan. Keputusan yang bagiku paling manusia. Bahkan keputusan yang paling manusiawi yang pernah kuputuskan. Boleh jadi orang akan memberi stempel gagal di jidatku, atau mengolokku dari belakang seperti meneriaki orang gila sebagai orang putus asa. Kata “aku tidak ingin […]

Read More Pulang

Kembali Bersosial Media

Seseorang yang sangat saya kagumi berkata, “Orang dulu tidak Facebookan juga biasa saja. Tidak Instagraman, tidak Twitteran, tidak Youtuban, tidak WhatsAppan, tidak menjadi masalah. Lalu, mengapa kalian mau terkungkung dengan semua itu. Dulu, saya mau kirim pesan, harus lewat surat, tiga bulan baru sampai. Tiga bulan berikutnya baru mendapat balasan. Biasa saja. Maka, gunakanlah waktumu […]

Read More Kembali Bersosial Media

Pesan Satu Kata

Genah. Itu adalah pesan dari Bu Nyai Lutjeng Luthfiyah pada saya dan mungkin pada yang lainnya juga. Benar-benar hanya satu kata. “Genah”. Tidak dijelaskan dengan detail, dan bahkan beliau sendiri kesusahan menafsirkan satu kata pesannya itu. Saya sedikit memahami arti kata itu saat saya sowan ke sana setelah saya berhasil mengkhatamkan hafalan Alquran 30 juz. […]

Read More Pesan Satu Kata

Tidak Mampu Menerima Kenyataan

Saya punya teman yang sangat mengidolakan Ariel Noah (kalau saya, sih, lebih mengidolakan Ariel Tatum). Dia hafal semua lagunya, sejak masih di Paterpan. Dia adalah orang yang paling kesal dengan penyebar bokep Ariel dengan Luna Maya maupun dengan Cut Tari. Teman saya ini, juga selalu mengikuti gaya rambut Ariel, gaya pakaiannya, ngomongnya, senyumnya, hingga gaya […]

Read More Tidak Mampu Menerima Kenyataan

Pengulangan Materi

Dulu orang bilang, “Tulisanmu akan diingat, omonganmu akan dilupakan.” Itu sudah tidak lagi berlaku. Semenjak ada perkasetan ceramah atau motivasi atau apa pun yang berbentuk omongan, setiap pembicara dituntut untuk memberi materi yang berbeda. Beruntung bagi yang tidak ada yang merekam, sehingga ia masih bisa membawakan materi yang sama di tempat yang berbeda. Keberuntungan itu […]

Read More Pengulangan Materi