Azab Sudah Tidak Ada

Entah sejak kapan, azab menjadi bergantung pada perspektif yang menafsirkan. Sama-sama tidak asyik, jika disebut cobaan ya jadinya cobaan. Jika dituduh azab ya jadinya azab.  Jakarta tenggelam oleh banjir kencing onta pun, hingga menenggalamkan seluruh penduduknya kecuali yang berada di atas perahu, jika pemimpinnya muslim, keturunan Arab pula, orang akan menganggap itu ujian dari Allah […]

Read More Azab Sudah Tidak Ada

Segitunya Belain Khilafah

Di buku saya “Seteguk Senja untuk Pendahaga Agama” dan “Romantisisme Kalam Tuhan”, telah saya bahas tentang Rahmatan lil Alamin. Rujuklah ke sana untuk selengkapnya. Kata “Rahmatan lil Alamin” ini, terdapat dalam Alquran, dengan dhamir mukhathab kepada Nabi, menggunakan kalimat bentuk qashr pula.  Saya sedih, kemudian seorang ustaz yang dianggap sebagai alim, saleh, suci, kemudian mengkampanyekan […]

Read More Segitunya Belain Khilafah

Akhir Tahun yang Kusut

Menjelang tahun baru, sedikit sekali wajah sumringah yang saya saksikan. Barangkali, karena ujian termin satu segera menghampiri.  Termasuk ketika saya bercermin. Cermin itu langsung kusut. Seperti kertas lungset, atau seperti keriput wanita tua beraroma tanah, atau lebih dari itu. Dalam cermin, wajah saya masih terlihat tampan, tetapi … ada secercah penyesalan. Seandainya, aku lulus sekolah […]

Read More Akhir Tahun yang Kusut

Rasa Sesal Menulis Buku

Seorang penulis, tentunya selalu berkeinginan untuk menulis, menghasilkan tulisan sebanyak-banyaknya, lalu dibaca oleh orang sebanyak-banyaknya. Saya juga pengin seperti itu. Tetapi …. Tidak dimungkiri bahwa banyak sekali penulis produktif yang tulisannya berkualitas. Tidak perlu jauh-jauh menyebut Imam Thobari atau Imam Suyuthi, beberapa yang masih hidup hingga kini pun, cukup banyak yang karya tulisnya bejibun dan […]

Read More Rasa Sesal Menulis Buku

Gelisah

Sama saja. Di mana pun engkau berada, pasti di sana ada kegelisahan. Aku tidak ingat kapan terakhir kali merasakan kenyamanan. Mungkin, saat jemari kita seling menyilang, dan kepalamu kausandarkan pada dadaku, sementara jemariku satunya lagi, menyelinap di balik bajumu, meraba sebuah …. Ah, itu pun kini menjadi kegelisahan. Semua yang ada di dunia ini memiliki […]

Read More Gelisah

Komentar Beberapa Pembaca

“Kupikir, bukumu itu novel,” kata seorang teman. Aku sedih dengan komentarnya seandainya ia tidak melanjutkan dengan, “untung tulisanmu seru. Jadi, aku tidak pernah menyesal.” Ada juga yang memborong semua bukuku dan melayangkan perbandingan, “Aku suka semua bukumu, tapi yang paling kusuka adalah Labirin Tanpa Jalan Keluar.”  Ada juga yang bilang, “Dalam buku Seteguk Senja dan […]

Read More Komentar Beberapa Pembaca

Sikap Kepada Pemimpin

Mengkritik pemimpin itu boleh. Nyinyirin juga lumayan boleh. Tetapi yang lebih baik dari semua itu, dan yang paling direstui oleh agama, adalah menasihati dan mendoakan. Yang tidak boleh adalah menghina. Menyinyir dan mengina itu beda. Nyinyir boleh, menghina jangan.  Menasihati pun, sebisa mungkin dengan tutur kata yang halus. Dan ini yang membedakan dengan nyinyir dan […]

Read More Sikap Kepada Pemimpin

Salah Tulis Arab

Sedang heboh, seorang ustazah di televisi yang salah dalam penulisan Arab-Alquran. Tidak terhitung jumlahnya, saya menemukan kasus yang serupa. Saya pernah di suatu daerah, menemukan seorang kiai yang tulisan Arabnya selalu menggunakan Arab Melayu atau pegon, termasuk saat nulis Arab betulan. Lalu santrinya yang tidak sedikit itu disuruh mengikuti, dan yang tidak sama, disalahkan. Padahal […]

Read More Salah Tulis Arab

Keadilan Dalam Bus

Kehidupan dalam bus itu tidak adil. Laki-laki tidak pernah mempermasalahkan jika ada perempuan, sengaja maupun tidak; menempelkan bahu, dada, hingga bokongnya kepada mereka. Laki-laki nerima begitu saja dengan sangat ikhlas dan lapang dada, tanpa pamrih. Tetapi mengapa, jika perempuan tersenggol oleh laki-laki, mereka serta merta menuduh yang bukan-bukan: mulai dari menuduh sebagai pencopet, hingga menuduh […]

Read More Keadilan Dalam Bus