Arsip Kategori: Senandung Afeksi Dalam Puisi

Hidup di Indonesia Itu Rumit Sekali

Artis berjenggot tidak boleh berjoget

Ustazah tidak boleh menjawab persoalan agama

Dokter tidak boleh meninggal dunia

.

Papan pengumuman tertancap di mana-mana:

Pengemis tidak boleh meminta-minta

Pengamen tidak boleh mendendangkan nada

Kalau sudah terlanjur bernyanyi

“Di sini pengamen gratis, Mas,” katanya

.

Ini lama-lama,

Nelayan tidak boleh miyang

Petani tidak boleh macul

Peternak tidak boleh ngarit

Penggembala tidak boleh angon

Orang ngantuk tidak boleh angop

Tidur tidak boleh merem

Rokok tidak boleh disedot

Kopi tidak boleh disruput

Maling tidak boleh nyolong

Manten anyar tidak boleh kelon

Dan begitu seterusnya

.

Dan akan senantiasa ada peraturan-peraturan baru di Indonesia

.

Ini pasti karena pemerintah tidak becus

Ini pasti lantaran rezim yang zalim

Ini pasti gara-gara Jokowi jadi presiden

Coba kalau jadi Prabowo

Pasti tidak akan jadi presiden…

.

2019 maju maneh ora, Wo?

Maafkan Aku, Tuhan

Maafkan aku, Tuhan

Yang mencintai-Mu tanpa hati

Yang menyatakan cinta tanpa rasa

Yang mengaku rindu tanpa air mata 

Maafkan aku, Tuhan

Yang tidak pernah memohon ampunan

Yang memenuhi hati dengan begitu banyak kecurigaan

Yang pada kematian saja ketakutan

Maafkan aku, Tuhan

Yang tidak memiliki kesantunan

Yang mengirim puisi hanya melalui blog gratisan

Bukan dengan derai air mata di tengah malam

Maafkan aku, Tuhan…