Kotak Masuk Bercedut

Perhatian: Saya tidak merekomendasikan tulisan ini untuk Anda baca. Bacalah tulisan saya selain ini. Insyaallah ada manfaatnya. Yang ini jangan! Semenjak saya memfollow teman-teman WordPress yang tergabung dalam komunitas Obrolin, dan kemudian saya membaca blog mereka, saya seperti terseret dalam sebuah ruang dapur yang licin. Saya jadi ikutan gaya mereka dalam ngeblog: isinya curhat. Saya merasa derajat kelelakian saya mulai mengkeret. Abaikan!

***

Sejak pagi mata kanan saya bercedut-cedut tiada henti. Tidak mungkin ini tidak ada apa-apanya. Paling tidak, mungkin ini sebab semalam begadang dan tidak tidur di pagi harinya. Ini pertama kalinya saya tidak tidur pagi. Pencapaian yang luar biasa. 

Tapi, barangkali inilah yang sering disebut-sebut sebagai firasat. Pertanda. Kata orang-orang tua dulu, kalau cedutan di mata kiri itu pertanda buruk. Kalau cedutan di mata kanan itu pertanda baik. Kalau cedutan di mata kaki itu gringgingen. Kalau cedutan di ujung jari itu cantengen.

Semoga ini Tahadduts bi al-Ni’mah. Seperti dalam firman-Nya: Wa Ammā bi Ni’mati Rabbika fa Haddits. (Ceritakanlah kenikmatan yang kau peroleh dari Tuhanmu). Agar orang-orang juga turut bahagia dengan kebahagiaanmu. 

Namun demikian, saya tetap berusaha untuk tidak menceritakan kepada orang-orang dekat saya. Karena orang dekat akan ikut sedih saat kita sedih. Dan akan semakin sedih jika kita bahagia.

Memang, saya memiliki banyak teman baru di WordPress ini (tiga itu sudah terbilang banyak). Tapi saya tidak akan menganggapnya dekat. Karena kedekatan adalah kutukan. Dan jauh adalah kerinduan. Karena itulah saya menceritakan ini padamu.

Semoga ini Tahadduts bi al-Ni’mah, dan bukan pamer. Karena antara keduanya hampir tidak memiliki perbedaan. Tapi, pamer juga nggak apa-apa, sih. Wong sama kamu doang. 

Pagi tadi saya ujian. Dan sesungguhnya begadang di malam sebelum ujian adalah tarekat terburuk bagi seorang pelajar. Tapi bagaimana lagi, power saya baru keluar di malam sebelum ujian.

Sebelum berangkat, tiba-tiba henpon saya berdering. Ada WatsApp masuk dari anak KBRI. Minta dilayoutin Buletin. Saya berkali-kali di minta melayout Buletin dari berbagai komunitas Masisir (Mahasiswa Indonesia Mesir), tapi hanya KBRI yang paling realistis. Yang lain terlalu mengedepankan keikhlasan.

Tawaran melayout Buletin yang hanya dua lembar dengan upah berlembar-lembar itu saya iyakan. Dan, inilah arti cedutan itu. Menarik, kan? 

Jika tidak, masih ada arti cedutan berikutnya.

Kemudian saya pergi ke kampus. Ngantuk banget. Lemes. Serasa tubuh saya hanya terdiri dari daging dan kulit. Tanpa otot dan tulang. Klembreh. Tapi, semua itu terobati dengan arti cedutan kedua ini: soal ujiannya terjawab semua dengan sangat mudah. 

Tidak usah bertepuk tangan. Masih ada arti cedutan berikutnya yang lebih mendekati kebenaran dalam menafsirkannya.

Hari ini suhu panas Kairo mencapai 40 derajat celcius. Dan kau tahu, kan, ini bulan Ramadan. Panasnya dilipatgandakan sampai 700-an. Totalnya 28.000 derajat. Angka yang sangat fantastis. Jamaah salat saja cuma 27 derajat.

Malam ini, saya mendapat jadwal imam tarawih. Usai ujian, saya langsung pulang ke Masjid. Dan, sesampai di sana, saya dijabat demikian banyak tangan. Tangan mereka kasar. Ada amplopnya. Inilah arti cedutan itu. Saya berhasil mengumpulkan gaji dua bulan dalam satu malam. Berkat cedutan.

Tapi sesungguhnya bukan itu yang menyebabkan saya sampai bercurhat seperti kalian. Yang di atas hanyalah sebuah prolog. 

Yang saya ingin ceritakan adalah:

Ketika saya hendak mengirim hasil layout Buletin milik KBRI yang bekerja sama dengan PPMI itu, begitu membuka Email, ada kotak masuk. 

Melihat isinya, saya langsung kemringet. Mruntus sejagung-jagung. Kejang-kejang. Gringgingen. Cantengen. Mencret. Semaput. 

Iklan

17 thoughts on “Kotak Masuk Bercedut”

  1. wah dapat rezeki tak terduga, wkwkwk
    btw, emang kenapa dengan email kotak masuknya mas? isinya apa?

    gak ada masalah mas cowok dengan curhatannya.

    kan ada juga yang isinya curhatan tapi manfaat ilmu yang di ajarkan lebih informatif ketimbang tumpukan fakta ilmiah dari buku.

    Disukai oleh 2 orang

  2. Wah, dapat rezeki aja semaput, gak pham saya, haha…sy kira td cedutan notifikasi di grup itu, hahaha…

    Gak mslh curhat sih, nurutku, biarpun lelaki. Ktimbang angkat topik berat, tp hnya copas atau ksh bnyak bumbu, jd gak bnar2 dr hati, haha..

    Sukses aja mas Nuhid. Studi di Mesir ya..

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s