Azizah dan Hasanah

Dahulu, saat saya masih kecil. Bapak pernah mengajak untuk menghadiri haul K.H. Musthofa, pendiri Pondok Pesantren Tarbiyatut Tholabah, Kranji. Penceramahnya ketika itu adalah Gus Dur.

Di awal-awal ceramahnya, sebagaima biasa, Gus Dur menyuguhkan aneka anekdot sebelum masuk ke materi pengajian. Antara lain yang masih saya ingat dari rangkaian anekdot itu adalah:

Ada seorang pria bersama istrinya, Azizah, menunaikan haji. Saat tawaf, ketika membaca doa “Rabbana Atina fid Dunya Hasanah wa fil Akhirati Hasanah.” Istrinya nesu. 

“Mengapa kamu nesu?” Suaminya bertanya.

Setelah mengerucutkan bibirnya agak lama, Azizah menjawab, “Sejak semula kamu memang lebih naksir sama Mbak Yu Hasanah. Sampai-sampai ke Mekkah pun kausebut-sebut namanya. Ngarep banget ya sama dia?”

Mungkin karena termasuk dalam komunitas suami-suami takut istri, lalu pria itu pun mengganti doanya, “Rabbana Atina fid Dunya Azizah. Wa fil Akhirati Azizah.” 

Cerita itu sudah terpatri dalam benak saya selama lebih kurang 20 tahun. Dan selama itu saya terus-terusan berprasangka buruk pada Azizah. Saya pikir, Azizah adalah orang yang tidak pernah ngaji.

Hingga akhirnya, setelah saya baca-baca kitab tafsir. Ehm. Cie, dong… Antara lain dalam Al-Kasysyaf, karya Al-Zamakhsyari, dalam menafsirkan ayat ini mengutip sabda Sayyidina Ali: “Rabbana Atina fid Dunya Hasanah: Tuhan Pemeliharaku, anugerahkanlah aku perempuan yang cantik paras dan perangainya. Wa fil Akhirati Hasanah: Dan anugerahkanlah aku bidadari-bidari yang jelita. Wa Qina Adzabannar: Dan jauhkanlah aku dari wanita yang buruk rupa.”

Dan kemarin saya baru tahu. Ternyata Azizah memang tidak lebih cantik dari kakak perempuannya, Hasanah. Dan agaknya, ia sudah tahu tafsir ayat itu sejak lama.

Pesan moral yang dapat diambil dari tulisan indah ini adalah:

1. Jika Anda makhluk lajang (baca: jomblo) Anda bisa berdoa dengannya untuk mendapatkan istri yang cantik. 

2. Jika Anda seorang istri yang belum siap suaminya menikah lagi, pantaulah suami Anda untuk tidak terlalu sering berdoa dengan ini. Apalagi Anda tidak cantik. Apalagi bacanya di Mekkah. Wah.. Bahaya, Jeng. Doa di sana mustajab, loh. Anda bisa tersingkirkan.

Iklan

10 tanggapan untuk “Azizah dan Hasanah

  1. Benar. Tulisan ini indah.

    Selama ini saya sering dngar doa rekan2 yg muslim, di bagian akhir bcaan doa mreka, kerap mengucapkan kata-kata doa itu sblum amin, dan saya baru tahu klo itu artinya mas Nuhid, itu tafsir sahih kah?
    Atau saya yg gagal paham, 😁😁

    Suka

      1. Saya kira itu td trjmhannya jg bgtu. Tapu maaf mas Nuhid, sy msh lmban pham, bisa sdikit pkai bhs awam? Maaf, kurang mnguasai istlh religi, πŸ˜‚πŸ˜‚

        Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s